Aku adalah seorang instruktur komputer di sebuah SMP. Tugasku memberikan sedikit kemampuan komputerku pada beberapa kelas IX. Suatu hari aku punya jam mengajar di kelas IX “anu”, tepatnya jam pelajaran ke 4 & 5. Seperti biasa aku mulai melakukan aktifitas mengajar seperti biasa seperti memberi salam, mengisi agenda kegiatan KBM, mengabsen, apersepsi, mereview materi sebelumnya dan sebagainya. Hari itu cuaca tidak begitu panas, semilir angin pun masih terasa sejuk, cuaca yang cukup nyaman untuk melakukan proses KBM, kataku dalam hati.
Hari itu aku akan membahas materi yang berkaitan dengan sejarah jaringan komputer, karena memang materi-materi untuk siswa kelas IX seluruhnya berhubungan dengan internet dan aplikasi-aplikasinya. Aku berusaha sebaik mungkin mengemas penyampaian materi itu agar tidak kaku dan membosankan para siswaku, seribu jurus ampuh aku keluarkan untuk memikat fokus perhatian siswa-siwaku (semalamnya khan aku membolak-balik buku manteraku, mana yang tepat buat para siswa kelas ini he…he….). Sekian lama aku berhasil menghipnotis mereka semua untuk tetap fokus ama pelajaranku, tapi sayang seribu sayang, angin semilir berhembus kian merasuk dalam ruang kelas, melenyapkan mantra-mantra ampuhku. Kini nyaris sebagaian besar siswa mulai dirasuki rasa kantuk, ini terlihat dari wajah-wajah mereka yang lesu dan sering menguap.
Aku mencoba membangkitkan kembali susana belajar kelas dengan lelucon dan intermezzo, usahaku sedikit berhasil mengusir rasa kantuk para siswaku,……tapi ternyata tidak cukup mempan buat siswaku yang namanya “Ag”. Dia asyik banget mengantuk di pojok kelas, Aku mulai kesal dan memberinya sebuah pertanyaan.
Aku : “Hai Ag, bangun kamu….!”
Ag : “iy….iyyya Pa…”
Aku : “Dari tadi Bapak perhatikan kamu asyik ngantuk melulu….”
Ag : “Ti…ti…tidak koq Pa…”
Aku : “OK, kalau begitu….Bapak beri pertanyaan buat kamu berkatitan dengan materi yang sedang Bapak berikan…
Ag : “baik, Pa….”
Aku : “Siapa yang pertamakali mengembangkan jaringan internet ?”
Ag : “Sumpah ! bukan aku, Pa….”
Aku : “ngaco kamu ah….kamu main-main dengan Bapak, hah ?! (aku mulai emosi)
Ag : “aku jujur pa….bukan aku…, dari tadi aku engga ngapa-ngapain”
Aku : “Gubrakk ! (aku menggebrak meja, karena naik pitam)
(Sepertinya Ag mulai ketakutan)
Aku : “ya sudah kalau kamu engga bisa jawab…..(suaraku mulai datar kembali, kasihan juga melihat raut muka Ag yang ketakutan)”
Ag : “ng…ng…nganu pa….”
Aku : “Apa, Ag ada yang ingin kamu sampaikan ?”
Ag : “pertanyaan bapak khan yang ngembangin jaringan, ya ….?”
Aku : “ya itu…”
Ag : “Pa, jujur aja aku ga pernah ngembangin jaringan, tapi pegang-pegang seh pernah….”
Aku : “Hah !!”
Ag : “itu tuh pa….saat di pantai aku pernah pegang jaring nelayan (tanpa merasa salah, Ag menjawab dengan lugu)
Aku :”dasar gundulmu ! itu jaring penangkap ikan, tau !”