Memang kedengarannya judul tulisan ini “nyeleneh” alias mengada-ngada, tapi inilah realitas yang dijumpai pada siswa-siswa zaman sekarang, zaman yang katanya sedang gencar-gencarnya arus globalisasi. Disadari atau tidak oleh para guru (Barangkali termasuk Aa Bim sendiri he..he..) bahwa nilai-nilai moralitas dan etika para siswa sudah tergerus oleh kemajuan-kemajuan yang mengatasnamakan globalisasi.Sosok Guru yang semula adalah sosok digugu dan ditiru kini hanyalah berlaku saat siswa terikat “kontrak” selama masa belajar/pendidikannya saja. Saat masih aktif menjalankan peran sebagai gurunya, maka para siswa akan patuh, tunduk, hormat dan mendengar setiap nasehatnya. Tetapi setelah guru tersebut sudah tidak mengajar lagi, lenyap pulalah tali silaturahmi yang sekian lama terjalin. Para siswa menganggapnya kontrak dengan guru tersebut sudah berakhir, dan tidak perlu lagi adanya nilai-nilai etika dan moral yang mungkin dianggapnya kuno alias jadul (jaman dahulu).
Guru bukanlah sosok yang gila hormat ataupun sosok orang yang setiap kata-katanya menjadi doktrin bagi siswanya. Di Zaman yang semrawut ini, tak dapat dipungkiri banyak bermunculan “guru-guru” yang tidak mencerminkan “sosok guru”, walaupun dia sudah terdaftar secara resmi sebagai ABDI NEGARA, tapi itu wajar-wajar saja karena mereka juga manusia biasa. Manusia yang kalau melihat lembaran uang akan hijau matanya, manusia yang suka santai di saat jam mengajar sedang berlangsung, manusia yang kalau ada siswinya yang “gembleng” akan berputar-putar bola matanya (hm….kalau yang satu ini….apa bola mata Abim ikut berputar-putar juga yach….?), pendek katanya Guru juga sama dengan profesi-profesi pemerintahnya lainnya rawan penyimpangan kalau tidak dibekali benteng keimanan yang kokoh.
Prilaku dan tindakan guru yang seperti itu terekspos dan terpangpang secara gamblang di mata siswanya, lambat tapi pasti siswa juga sebagai makhluk yang berakal dan punya pikiran bisa menilai gurunya. Dan inilah yang akan membentuk pandangan dan opini siswa seperti sekarang, penurunan moralitas (demoralization) siswa sekarang merupakan bentukan atau hasil dari prilaku dan sikap yang kurang terpuji dari gurunya sendiri yang dilakukan secara turun-menurun.
DIarsipkan di bawah: Potret Pendidikan Kita | Tagged: Kontrak siswa dengan gurunya



