Archive for the ‘Potret Pendidikan Kita’ Category

Tulisan aku ini bukanlah asal-asalan atau isapan jempol belaka, tapi melihat realitas yang sering menerpa kaum intelek atau calon cendikiawan. Maraknya perbuatan oknum siswa/pelajar dan bahkan juga orang yang seharusnya menjadi panutan kedalam suatu tindakan tercela dan memalukan begitu sering terjadi di sekeliling kita. Sebut saja pergaulan bebas yang begitu “ngetrend” di kalangan siswa jaman sekarang, atas nama perkembangan zaman yang modern, mereka membuang jauh-jauh pesan moral, etika dan ajaran luhur dari agamanya. Kalau dilihat dari segi hak kebebasan manusia, memang setiap manusia memiliki kebebasan sepenuhnya untuk berekspresi, berbuat dan mengaktualisasikan dirinya, tapi ingat kita hidup itu tidak hanya “menjor” atau melampiaskan hasrat dan nafsu saja. Ada unsur hidup yang tidak boleh dicuekin yaitu tuntunan hidup baik itu bentuknya berupa ajaran agama, falsafah negara, dan pesan moralitas lainnya, yang akan memberikan hidup kita lebih bermakna.

Namun tampaknya semua itu sudah menjadi memudar dan bahkan nyaris menghilang. Menurut beberapa siswa dari yang penulis ketahui (baik dari pengalaman nyata, wawancara dan dialog dengan sejumlah siswa) bahwa aturan-aturan yang selama ini dikenal mereka baik itu ajaran agama, pendidikan moral di lingkungan keluarga dan sekolah, katanya terlalu mengekang dan membatasi kebebasan mereka dalam melakukan pencarian jati diri, tapi untuk “memberontak” mereka belum punya keberanian. Setelah mereka “diluar” jangkauan dari aturan sistem tersebut, sifat dan prilaku asli mereka akan tampak kontras sekali. Maka tidak mengherankan kebanyakan siswa jika di lingkungan keluarga dan sekolah tampak bagi “makhluk-makhluk Tuhan” yang manis, polos, suci dan penurut, tapi jika sudah keluar dari aturan-aturan sistem tersebut, mereka akan menerapkan aturan dan pandangan versi asli mereka. (lebih…)

Iklan

Memang kedengarannya judul tulisan ini “nyeleneh” alias mengada-ngada, tapi inilah realitas yang dijumpai pada siswa-siswa zaman sekarang, zaman yang katanya sedang gencar-gencarnya arus globalisasi. Disadari atau tidak oleh para guru (Barangkali termasuk Aa Bim sendiri he..he..) bahwa nilai-nilai moralitas dan etika para siswa sudah tergerus oleh kemajuan-kemajuan yang mengatasnamakan globalisasi. (lebih…)